2 Team STITEK Mengikuti Kompetisi Hackathon 1.0 Di Samarinda

2 Team STITEK Mengikuti Kompetisi Hackathon 1.0 Di Samarinda

Gelaran dua hari Hackathon Samarinda 10-11 Maret sengaja dilaksanakan sebagai usaha mewadahi pegiat program komputer untuk berkompetisi. Digitalisasi dalam semua lini tidak bisa dipungkiri menjadikan para penyedia aplikasi berlomba-lomba untuk membuat sebuah layanan yang memanjakan dan memudahkan warga milenial dalam menunjang aktivitas sehari-harinya.

Nah, kali ini gelaran yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda bekerja sama dengan Aptikom Kaltim,  berupaya mendorong generasi muda yang berkecimpung di bidang IT untuk membuat sebuah aplikasi yang memiliki manfaat serta kemudahan dalam bidang pelayanan publik. Ini juga sebagai implementasi dalam mewujudkan Samarinda sebagai smart city. Tak kurang dari 32 peserta yang terbagi dalam 12 tim ikut ambil bagian dalam event perdana ini. Selain Samarinda sebagai tuan rumah, peserta ada juga yang berasal dari Bontang dan Balikpapan. Dalam waktu 24 jam secara maraton, para peserta ditantang untuk membuat sebuah aplikasi yang dibagi dalam tiga kategori. Antara lain kategori e-Retribusi, e-Parking dan e-Waste.

"Layaknya dalam olahraga sepakbola, untuk mengasah kemampuan dan mencari pemain yang hebat dibutuhkan sebuah kompetisi regular. Nah Hackathon Samarinda ini juga kita adakan untuk mencari anak-anak muda yang memiliki potensi dalam dunia iT untuk berkembang dan berprestasi," terang Suparmin, Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Layanan e-Government Diskominfo Kota Samarinda tentang acara ini.

Seperti yang coba dilakukan ketiga peserta asal Bontang ini, mereka mencoba membuat sebuah aplikasi berbasis web dengan nama Si Mbah (Si Bank Sampah). Ketiga mahasiswa Stitek Bontang ynag tergabung dalam tim EnVyUs ini menjelaskan aplikasi yang mereka buat ditujukan untuk memudahkan kinerja Bank Sampah  dan para anggotanya dalam pencatatan transaksi setoran limbah yang mereka kelola. 

"Dari hal ini kita juga mencoba menginformasikan kepada masyarakat bahwa sampah yang sering dianggap tak berguna ini ternyata memiliki nilai ekonomi, terutama untuk limbah plastik yang bisa didaur ulang," terang Rian, salah satu personel EnVyUs.

Di pelaksanaan hari kedua yang berlangsung Minggu (11/3) keduabelas tim sudah memasuki tahap presentasi. Selain menjelaskan tentang program aplikasi yang mereka buat, penilaian juga mencakup aspek-aspek lain sebagaimana indikator penilaian yang telah ditetapkan oleh tim juri. Rencananya malam ini juga kegiatan.ini akan ditutup sekaligus pengumuman pemenang Hackathon Samarinda. (*)

Dipost Oleh Super Administrator

it's me

Post Terkait

Tinggalkan Komentar